YLKI Temukan Bahan Pemicu Kanker di Berbagai Merek Pembalut dan Pantyliner

YLKI Temukan Bahan Pemicu Kanker di Berbagai Merek Pembalut dan Pantyliner

AN Uyung Pramudiarja – detikHealth
Selasa, 07/07/2015 11:49 WIB
115314 pembalutts?w=500 - YLKI Temukan Bahan Pemicu Kanker di Berbagai Merek Pembalut dan PantylinerFoto: Ilustrasi/Thinkstock

Setiap bulan diperkirakan 1,4 miliar pembalut digunakan oleh para perempuan di seluruh Indonesia. Sayangnya, semua merek yang beredar mengandung bahan kimia berbahaya yakni klorin.

“Dari 9 merek pembalut dan 7 merek pantyliner, semua mengandung klorin dengan rentang 5-55 ppm (part per million),” kata Ilyani S Adang, Anggota Pengurus Harian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), ditemui di kantornya, di Duren Tiga Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2015).

Kandungan ini, dalam jangka pendek bisa memicu iritasi pada kulit di sekitar kemaluan. Sedangkan dalam jangka panjang, akumulasi dampaknya bisa memicu kanker rahim dan gangguan fertilitas atau kesuburan.

Sumber : http://health.detik.com/read/2015

Heboh Pembalut Berklorin

Soal Temuan Pembalut Berbahaya, Orang Tua Sempat Khawatir Popok Bayinya

Nurvita Indarini – detikHealth
Rabu, 08/07/2015 19:32 WIB
bb494250 3f81 4135 b9dd d5a83b44b013 43 - YLKI Temukan Bahan Pemicu Kanker di Berbagai Merek Pembalut dan PantylinerFoto: thinkstock

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) kemarin merilis temuannya. Ditemukan bahan yang berpotensi membahayakan kesehatan dalam beberapa pembalut dan pantyliner yang beredar di pasaran.Temuan ini sempat menyiratkan kekhawatiran orang tua.

Kekhawatiran muncul lantaran pembalut untuk perempuan mirip dengan popok sekali pakai untuk bayi. Sayangnya rilis YLKI hanya menyorot pada pembalut dan pantyliner saja.

“Itu kan sejenis, kenapa tidak diteliti. Kalau memang menggunakan klorin untuk bleaching dan ada efeknya, pasti efeknya lebih bahaya pada bayi ketimbang orang dewasa,” ujar Melly Febrida, ibu dua anak, ketika berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (8/7/2015).

Apalagi, sambung Melly, dirinya pernah mendengar kabar bayi yang mengalami alergi akibat pemakaian popok sekali pakai.  Sedangkan perempuan alergi saat emakai pebalut belum pernah didengarnya.

“Untuk apapun seharusnya ada standarnya di sini. Jangan yang kandungan tertentu beda-beda pemakaiannya. Terus Kemenkes menyebut aman, tapi YLKI nggak kan bikin bingung. Sebaiknya ke depannya ada aturan jelas penggunaan bahan tertentu yang aman biar masyarakat nggak khawatir,” paparnya.

Sumber : http://health.detik.com/read/2015

Pembalut Tinggi Klorin Juga Simpan Risiko Iritasi Bagi Pemakainya

Firdaus Anwar – detikHealth
Selasa, 07/07/2015 17:05 WIB
763f6e81 5e3b 422f 9574 42d6831e72a3 169 - YLKI Temukan Bahan Pemicu Kanker di Berbagai Merek Pembalut dan PantylinerIlustrasi: Thinkstock

Kandungan klorin yang ditemukan pada beberapa produk pembalut dan pantyliner di Indonesia dikatakan dokter tak bagus untuk kulit. Sebab kandungan itu bisa membuat iritasi.

Setidaknya 9 merek pembalut dan 7 merek pantyliner yang dijual di Indonesia ditemukan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) tinggi zat yang umum ditemukan pada produk pemutih tersebut.

Spesialis kulit dr MH. Wresti Indriatmi, SpKK, dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan apabila tubuh terpapar klorin dalam waktu lama maka risiko yang paling umum adalah iritasi. Kalau terus dibiarkan maka iritasi bisa jadi luka yang membuka kemungkinan infeksi.

“Pembalut itu kan lama menempel. Kalau ada klorin, yang saya tahu dia itu bisa membuat iritasi. Luka di kulit itu bisa ke infeksi virus, jamur, atau bakteri kalau keadaan radang didiamkan saja,” kata dr Wresti ketika dihubungi detikHealth pada Selasa (7/7/2015).

Sumber : http://health.detik.com/read/2015

Jika Masuk dalam Tubuh, Ini Efek Dioksin Pada Manusia

Firdaus Anwar – detikHealth
Rabu, 08/07/2015 19:01 WIB
ecdca651 e5bf 4fbe b8aa cef48aa4f492 43 - YLKI Temukan Bahan Pemicu Kanker di Berbagai Merek Pembalut dan PantylinerFoto: thinkstock

Senyawa dioksin merupakan racun yang berbahaya bagi kesehatan. Kini dioksin hangat dibicarakan setelah Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menemukan ada kandungan klorin pada pembalut dan pantyliner yang ada di pasar. Hal ini dianggap berbahaya karena klorin bisa menghasilkan senyawa lainnya yaitu dioksin.

World Health Organization (WHO) dalam situs resminya menjelaskan bahwa dioksin memiliki potensi racun. Eksperimen dilaporkan menunjukkan dioksin bisa memengaruhi beberapa organ dan sistem tubuh.

Ketika dioksin memasuki tubuh, ia bisa tersimpan lama karena mudah terserap oleh lemak yang menjadi cadangan energi. Diperkirakan setidaknya tubuh bisa terus terkontaminasi hingga 7-11 tahun.

“Paparan jangka pendek manusia terhadap tingkat dioksin yang tinggi bisa menyebabkan lesi pada kulit seperti chloracne, penggelapan kulit, dan perubahan fungsi hati. Jangka panjang bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh, saraf, endokrin, dan reproduksi,” tulis WHO seperti dikutip dari situs resminya pada Rabu (8/7/2015).

Lebih jauh satu jenis dioksin bernama tetrachlorodibenzo para dioxin (TCDD) bahkan diketahui bisa memicu kanker. International Agency for Research on Cancer di tahun 2012 telah meneliti TCDD dan mengklasifikasikannya sebagai karsinogen atau zat pemicu kanker.

WHO mengatakan meski demikian dioksin sebetulnya ada banyak di alam dan semua orang memilikinya dalam tingkat tertentu. Bila tak ada kontaminasi tambahan, dioksin dikatakan tak akan mempengaruhi kesehatan secara umum.

Sumber : http://health.detik.com/read/2015

 

Comments are closed.